Saturday, February 11, 2006

Inspiring Facts in Quran

Sebenarnya kalau kita amat-amati, buanyaak sekali hal-hal yang mengejutkan di dalam Al-Quran. Kita, umat Muslim, rasanya harus lebih banyak membaca kitab ini, memahami, merenungkan pesan-pesan-Nya.

Di bawah ini bukan tentang penjabaran fakta-fakta ilmiah a la Buccaile, atau Harun Yahya, atau keajaiban angka 19-nya Rashid Khalifa. Tapi saya cuma ingin menceritakan kembali apa yang sudah saya stabilo-in dan orat-oret di buku Quran saya. Misalkan seperti ini:

Bahwa kita dulu pernah "ngobrol" dengan Tuhan kita... (hebat kan kita?)
...ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka: "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul, kami menjadi saksi". (QS 7:172)
Kok kita nggak pernah inget tuh, Tung? Sama, bahkan saya juga nggak inget waktu di dalam kandungan dulu.
...dan dia lupa kepada kejadiannya (QS 36:78)
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. (QS 59:19)
Nggak cuma amnesia, kita juga buta, tuli, nggak ngeh. (Mata, telinga, dan hati yang mana?)
Mereka mempunyai hati, tidak untuk memahami. Dan mereka mempunyai mata, tidak untuk melihat. Dan mereka mempunyai telinga, tidak untuk mendengar... (QS 7:179)
Bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS 22:46)

* * * *

Bahwa kerap kali, yang namanya "berhala" itu bukan matahari atau bulan, atau patung batu, hong-wila-heng, gedung-gedung, atau yang semacamnya. Melainkan... hawa nafsu! Jadi, jika kita bilang, "Oh saya bukan penyembah berhala kok," think again.
... pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya... (QS 45:23)
Itu sebabnya, orang yang mencintai dunia (entah apa agama di KTP-nya), kata Quran, disebut kafir.
Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka mencintai kehidupan di dunia lebih dari akhirat, dan bahwasanya Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang kafir. (QS 16:107)
Yang ini juga menarik. Bahwa kita, tidak hanya para nabi, juga bisa memperoleh petunjuk dari Allah Ta'ala.
Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya. (QS 10:9)
Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada Sirath Al-Mustaqim (Jalan Lurus). (QS 22:54)
Dengan suatu cara yang unik...
Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. (QS 64:11)

* * * *

Yang ini mudah-mudahan nggak bikin kaget. Bahwa kemudian, beriman atau tidak, bukan pilihan kita! Murni ketetapan-Nya.
Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Tuhanmu, tidaklah akan beriman. (QS 10:96)
Dia sendiri yang menghendaki,
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (QS 81:29)
Dia pun yang memberi kemampuan,
Kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. (QS 76:30)
Meaning: kalau beriman, ya ndak usah sombong. Buat apa menyombongkan sesuatu yang pelakunya bukan kita sendiri? Tapi, Tung, bukankah kita sendiri yang mengucapkan kalimah itu? Iya, tapi ucapan sih kayaknya belum begitu dilirik.
...orang-orang yang mengatakan dengan mulut mereka:"Kami telah beriman", padahal hati mereka belum beriman; (QS 5:41)
Dan memang nggak gampang,
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (QS 29:2)

* * * *

Semoga bermanfaat. Please share ke saya kalo punya pemahaman atau pengalaman yang lebih baik. Wallahu'alam. Mohon maaf bila ada kesalahan.