Wednesday, February 08, 2006

Kartun. What's in a picture?

Membaca berita akhir-akhir ini, tentang "kartun Muhammad", dan dulu soal Salman Rushdie orang-orang di barat sana kok ya nggak paham-paham. Malah ngomong soal "...freedom of speech and expression." Empat orang meninggal gara-gara demo soal ini di Afghanistan. Mulai menyebar juga di Indonesia.

But, Watung, is it worth riots? Or buildings firebombing? It's just a f**king picture!

Baik. Mari kita lihat yang berikut ini,



Kenapa sih dulu kaum Yahudi di Amerika marah-marah dengan kartun ini? It's just a silly cartoon, right? Kenapa sih musti di-banned? Atau gambar yang ini,


Kenapa juga Naji al-Ali sampai terbunuh hanya lantaran punya hobi bikin kartun satir seperti itu. Dan kenapa Pemerintah Amerika bolak-balik kebakaran jenggot melobi media massa supaya tidak memuat gambar ini?


Dan bukankah kita sebagai warga dunia yang baik, sekarang ini pun, walau diam-diam, berperang melawan child pornography? Mengapa sebagian kita mendukung penghapusan gambar iklan merokok? Kenapa coba?

Because it is NOT just a picture.

What's in a picture? It is worth a thousand words
, kata orang. Dan kata-kata yang terucap dari lidah, lebih perih dari akibat tebasan pedang. Maka gambar pun pastilah mengandung ribuan pedang.

Yang terjadi sekarang sepertinya adalah sebuah clash, kesalahpahaman tentang apa yang dianggap "sakral", "suci", "agung", "sopan", "bertatakrama" antara satu pihak terhadap yang lainnya. Kita mengenakan baju merah ketika menghadiri pemakaman rekan kita yang berketurunan Tionghoa. Kita menyuguhi daging sapi kepada tamu kita yang India. Dan tetangga sebelah rumah yang Eropa mencium tangan istri kita ketika bersalaman. Kita tidak paham bahwa apa yang dianggap "wajar", "offensif", "biasa-biasa aja", "kurang ajar" buat kita tidaklah selalu sama bagi orang lain.

Semenjak kasus 9-11, kaum Muslim gerah lantaran sikap tetangga "Barat"-nya yang kemudian membabi-buta, mengobrak-abrik negeri-negeri Muslim. Maka saat ini, cukup satu letupan saja untuk membuat kaum Muslim mempercayai bahwa agenda "war on terror" pada intinya adalah "war against Islam".

Lessons learned: Yah, pahami, kenali, hormati tetangga kita.