Thursday, April 13, 2006

Fraud No. 1: Produktivitas

"Produktivitas", menurut Wikipedia, ... is typically measured as output per worker or output per labour-hour.

Sebuah ukuran, tentang seberapa banyak yang kita hasilkan per satuan waktu. Seberapa banyak invoice yang bisa kita proses per jam. Seberapa banyak lines of code program yang bisa kita tulis per hari. Semakin banyak output yang kita keluarkan dalam suatu waktu, semakin produktif kita.

Productivity = output / time


Artinya, bila si X bisa menulis 200 baris program sehari (8 jam), gampangannya kita bisa bilang produktivitasnya = 200 baris / 8 jam = 25. Nah, kini misalkan, teman kita si X ini mengambil overtime 5 jam dan ia mampu menghasilkan additional 100 baris, maka produktivitas = 300 baris / 13 jam = 23. Lantaran si X sudah mulai exhausted begitu menginjak jam 4:30 sore, kerja sambil ngantuk-ngantuk sampai jam 10 malam, wajar kalau terjadi penurunan produktivitas di jam-jam itu. Tapi benarkah?

Nggak juga.

Err... secara matematis, ya. 23 jelas lebih kecil dari 25. Tapi begitu sampai di Accounting Department, situasinya bisa berbalik 180 derajat. Di kepala mereka, rumusan soal produktivitas itu seolah-olah berbunyi seperti ini:

Productivity = output / time paid

Mereka akan bilang, "Lha wong kita bayar sampeyan cuma yang 8 jam itu, ya mustinya dibagi dengan yang kita bayar saja tho." Artinya, 300 baris / 8 jam = 37.5. Produktivitas meningkat! Tralala-trilili...

Unpaid-overtime!

Konsep yang hebat kan? Ini salah satu teknik fraud yang sudah jamak dipakai dimana-mana, demi "meningkatkan" produktivitas. And it's free! Soal para karyawan yang tiba-tiba suka muntah-muntah, mata menghitam dan kuyu, depresi karena keluarga nggak keurus... yah, semua itu kan nggak ada di management-report?