Perfect
Yes, this blog's not dead yet! ;-)Setelah hampir 3 minggu (wakkk, 3 minggu?!), baru bisa sempat "pulang" kembali: ngecek blog, baca-baca milis, ngublek-ublek laptop. Kadang orang perlu merunduk sejenak di saat ashar dan maghribnya, yahh... walau sekedar untuk melempar pertanyaan pada diri sendiri "oh my dear me, what the hell are you doing here today, Watung?" Istilah Goenawan Mohamad: sebuah "catatan pinggir" di sela mainstream hari-hari yang gerah dan sumpek. Karena dunia itu -- gimana ya -- it's just a mirror, don't you think? Refleksi, evaluasi... kita perlu itu, just to make sure we're not lost (and hey, what is the right path, anyway, my dear friends?)
Ugffh... busy weeks. Hidup berputar lebih cepat sekarang. Lebih sedikit orang untuk lebih banyak pekerjaan, quality yang lebih baik, support yang lebih murah (more free!), di ruang yang lebih kecil, waktu yang lebih sempit. Efisiensi, productivity... ayo, cepat, cepat! "Hurry Up" mantra, begitulah ekonomi masa kini. Perusahaan di-stretch agar bisa speed-up. No more room for reflection... you can't plan, you can't even think. You just do, do, do.
Saya jadi ingat satu paragraf ("Slack", karya Tom Demarco), tentang permainan number puzzle yang sudah jadi klasik ini.

Tujuannya sederhana: kita menggeser kotak-kotak itu ke ruang kosong, untuk menghasilkan angka-angka yang berurutan.
Tapi sekarang, mari rearrange lagi kotak-kotak ini, karena para petinggi di ballroom sana sudah mengumbar mantra dan mengetok palu bahwa target efisiensi tahun ini musti di atas 10%. So, yang tadinya kita punya permainan 8-angka, sekarang kita punya 9.

There. Eat that! ;-)
Nggak jarang kita ketemu orang-orang di meeting room yang punya logika semacam ini, dan mencoba menerapkannya di meja kursi organisasi. And yes, efficiency is improved! But something else is lost...
Kita tidak lagi punya ruang untuk memindahkan barang satu pun dari kotak-kotak itu. Kita tidak lagi punya waktu yang cukup untuk duduk, bersandar, meninjau kembali big pictures semua proses dan alur kerja lama dari atas sana. Sejengkal space yang memadai untuk... yah, berubah dan menjadi lebih baik dari kemarin. Everybody is busy doing the same old things as they did hundred years ago!
Masih untung kita-kita yang masih punya ashar dan maghribnya. Tapi nggak sedikit perusahaan seperti board game 9-angka itu: improved, efisien di segala lini... but no longer able to change.
Cheers!
How many times do I have to tell you to hurry up
Be a good boy. You've gotta try a little harder
That simply wasn't good enough
To make us proud...
-Alanis Morissette ("Perfect")

